Monthly Archives: December 2019

Lampard Dibuat Geram Karena Chelsea Nyaris KO Dari Arsenal

FRANK LAMPARD

Dalam laga dini hari tadi Chelsea menjalani laga tandang dirumah Arsenal distadion Emirates. Chelsea berhasil keluar sebagai jawara dengan hasil akhir 2-1 atas tim tuan rumah. Dengan demikian Chelsea berhasil menanjak naik keposisi empat dengan total 35 poin. Sedangkan Arsenal harus terperosok jatuh keperingkat 12, dengan hanya mengumpulkan 24 poin saja.

Frank Lampard selaku pelatih kepala dari Chelsea, sempat dibuat geram diawal penampilan timnya. Harus diakui oleh pelatih berusia 41 tahun ini, tim asuhannya bermain sangat buruk kala itu. Bagaimana Lampard tidak merasakan hal demikian, pasalnya saat laga baru berjalan beberapa menit saja. Tim tuan rumah sudah berhasil merubah papan skor kacamata, menjadi 1-0.

Gol perdana Arsenal kala itu berhasil dicetak oleh Aubameyang dimenit ke-13. Pemain bernama lengkap Pierre-Emerick Aubameyang ini memang pemain andalan Arsenal, yang selalu berlangganan dalam mencetak gol. Lampard secara gamblang menyebut performa timnya tidak seperti biasanya, permainan timnya dinilai sangat berantakan.

Dibabak pertama ini Chelsea dinilai bermain sangat buruk, pasalnya hingga waktu turun minum, mereka gagal menyamakan kedudukan. Lampard sadar betul timnya bermain dengan sangat buruk diawal-awal babak pertama. Karena itu selepas turun minum babak pertama, pelatih asal Inggris ini berikan sedikit arahan dan ultimatum kepada para pemainnya.

Dan terbukti disaat memasuki babak kedua, tim asuhannya mampu membalikkan keadaan dengan berbalik unggul dari tim tuan rumah Arsenal. Meski perjalanan untuk menyeimbangkan kedudukan tidaklah mudah. Arsenal yang saat ini dibawah asuhan Mikel Arteta mampu membawa perubahan yang cukup besar bagi klubnya tersebut.

Meski Arsenal sempat unggul dibabak pertama, ternyata Chelsea berhasil mencetak dua gol diwaktu kritis. Pemain Chelsea Jorginho diketahui berhasil mencetak gol pertama untuk timnya dimenit ke-83. Sedangkan gol kedua mereka terjadi dimenit ke-87 yang berhasil dilesatkan dengan baik oleh Tammy Abraham. Lampard akhirnya bisa bernafas lega karena timnya berhasil keluar sebagai juara dengan skor akhir 2-1 atas Arsenal.

Cinta Lama Zlatan Ibrahimovic Bersemi Kembali Di AC Milan

Zlatan Ibrahimovic

Teka-teki kelangsungan masa depan Zlatan Ibrahimovic di LA Galaxy akhirnya terjawab sudah. Striker yang kini berusia 38 tahun ini akhirnya memutuskan kembali bermain untuk AC Milan. Ibrahimovic seperti merasakan cinta lama bersemi kembali kedalam pelukan klubnya yang terdahulu tersebut.

Zlatan Ibrahimovic sendiri sebelumnya sempat dikaitkan akan bergabung bersama sejumlah klub lainnya. Hingga akhirnya mantan striker LA Galaxy ini kembali hijrah ke AC Milan, dengan kontrak baru pula. AC Milan berhasil merebut simpati dari Zlatan Ibrahimovic, tentu dengan sejumlah tawaran mulai dari durasi kontrak, gaji, hingga bonus yang mereka berikan kepada salah satu striker terbaik saat ini.

Pemain kelahiran Swedia ini resmi bergabung dengan Klub LA Galaxy pada tahun 2018 yang lalu. Sepanjang kariernya bersama dengan LA Galaxy, tergolong sangat singkat, hanya bertahan selama satu tahun saja. Ibrahimovic adalah tipikal pemain yang tak ingin bertahan diklub, yang tak menjanjikan masa depan.

Diketahui Ibrahimovic selama bergabung dengan LA Galaxy bermain dengan sangat baik selama satu tahun ini. Dia setidaknya sudah tampil sebanyak 56 kali kala membela LA Galaxy, dengan menghasilkan total 52 gol. Hanya dalam satu tahun saja Ibrahimovic mampu memberikan kontribusi dengan hasil yang sangat luar biasa. Tak pelak Ibrahimovic disebut-sebut sebagai salah satu striker terbaik didunia saat ini.

Meski diusianya yang kini sudah tergolong tidak muda lagi, Ibrahimovic mampu membuktikan kualitasnya sebagai striker masih sangat baik. Tak heran jika banyak klub yang mengincarnya sebagai target buruan dibursa transfer.

Namun klub yang beruntung memiliki striker hebat ini adalah AC Milan, yang notabene adalah mantan klub tempat Ibrahimovic pernah bermain dulu. Salah satu alasan Ibrahimovic ingin kembali keklub tersebut, karena memang dulunya dia adalah bagian dari klub tersebut. Sehingga dirinya tak akan mengalami kesulitan yang berarti dalam beradaptasi.

Manchester United Tampil Outstanding Kala Menjamu Newcastle

MANCHESTER UNITED

The Reds Devils julukan Man United bertindak sebagai tuan rumah kala menjamu Newcastle United dalam Liga Utama Inggris 2019-2020. Dalam Liga kali ini The Red tampil diluar ekspektasi banyak orang. Pasalnya Man United berhasil berjaya dikandang mereka sendiri usai permalukan Newcastle United dengan skor telak 4-1.

Kemenangan telak The Red ini tentu menjadi laga mereka yang paling memukau, disepanjang liga musim ini. Sejatinya banyak yang menilai jika setan merah tak kan mampu hingga sejauh itu. Mengingat Man United sendiri disepanjang liga musim ini memberikan hasil yang kurang maksimal. Sebelumnya mereka hanya berhasil meraih tiga kali kemenangan dari Liga UEFA Champions, lalu satu kali imbang pada Grup Liga Eropa.

Tentu kemenangan telak Man United dari Newcastle adalah pencapaian yang dinilai sangat luar biasa. Klub berjuluk setan merah ini semakin meroket, manakala berhasil menaklukkan Newcastle dimarkas besar mereka. Berkat hasil positif yang mereka raih setan merah berhasil meraih total 28 poin dan naik ke peringkat tujuh. Sementara itu Newcastle United berada diposisi ke-10 dengan total 25 poin.

Laga yang berlangsung dini hari tadi distadion Old Trafford, Man United tampil dengan dengan penguasaan bola penuh mencapai 90 persen. Hal ini jelas terlihat diawal babak pertama, tim asuhan Solskjaer ini melancarkan serangan terlebih dahulu. Mendapat serangan tak terduga dari setan merah, membuat Newcastle merasa tidak siap kala itu.

Newcastle United yang terus mendapat tekanan dari The Red, tak mampu berbuat banyak dibabak pertama. Pasalnya dibabak pertama ini justru memberi Man Untied semakin melebarkan sayap mereka dalam mencetak gol. Diketahui dalam babk pertama tersebut mereka mampu mencetak 3 gol sekaligus. Meskipun Newcastle sendiri sempat mencuri start poin lebih dulu, dimenit ke-17 lewat Matty Longstaff.

Sempat kecolongan satu poin, Man United mampu membalikkan keadaan menjadi keunggulan mereka dengan skor 3-1. Tiga gol yang menjadi kunci kemenangan babak pertama adalah dari Anthony Martial dimenit ke-24. Kemudian disusul gol kedua oleh Mason Greeenwood pada menit ke-36. Sang bintang muda Man United Marcus Rashford berhasil mencetak gol ketiga menjelang akhir babak pertama dimenit ke-41.

Semakin tertinggal jauh dengan skor 1-3 dari tuan rumah, membuat Newcastle bermain agresif. Namun sayangnya upaya mereka untuk memperkecil skor dari si tuan rumah harus gagal. Manakala pemain andalan Man United sukses mempertajam skor mereka menjadi 4-1, dimenit ke-51. Hingga menjelang akhir babak kedua Newcastle harus pasrah karena tak berhasil mencetak gol. Mereka pun harus menelan malu usai kalah telak dari setan merah.

Harapan Zidane Real Madrid Bisa Jadi Klub Terbaik Tahun 2020

ZINEDINE ZIDANE

Ditahun baru 2020 nanti, Zidane selaku manajer utama dari Real Madrid berharap kedepannya akan lebih mudah. Sejauh ini Real Madrid semasa pergantian pelatih, kondisi mereka memang dinilai berangsur membaik. Perkembangan tersebut dapat terlihat dalam segi permaianan mereka yang semakin meningkat.

Zidane juga mengklaim kalau para pemainnya juga mengalami peningkatan performa yang jauh lebih baik. Terbukti dalam beberapa kali laga yang mereka lakoni rata-rata menuai hasil yang cukup memuaskan. Selain itu Real Madrid sejauh ini juga berhasil masuk dalam jajaran 16 besar Liga Champions.

Hasil positif yang dicapai tim berjulukan Los Blancos ini juga terlihat jelas dalam kompetisi Liga Spanyol. Dalam ajang tersebut Real Madrid mampu menduduki peringkat dua teratas, hanya selisih dua poin dari Barcelona yang bertengger dipuncak klasemen. Hal ini tentu merupakan buah dari kerja keras dari Zidane dkk yang bangkit dari keterpurukan mereka dimusim lalu.

Pencapaian yang diterima oleh Real Madrid saat ini tentu saja berkat tangan dingin sang pelatih. Zidane yang resmi melatih Real Madrid ditahun 2016, langsung membawa tim asuhannya meraih kejuaraan Liga Eropa, UEFA, serta Piala Dunia Antar Klub. Predikat yang disematkan padanya sebagai pemain terbaik dimasanya, membuat Zidane menjadi sosok pelatih dengan segudang pengalaman didalam dirinya.

Karena pengalaman dan kerja kerasnya, Zidane dalam masa kepelatihanntya bersama Real Madrid. Mampu membawa klub berjulukan Los Blancos tersebut meraih berbagai trofi hingga sejumlah penghargaan. Tak heran jika Zidane berharap dihari natal ini, mampu memberikan semangat baru bagi seluruh tim asuhannya.

Disamping itu juga ditahun baru 2020 nanti, Zidane berharap klubnya akan mampu mengulang kesuksesan ditahun sebelumnya. Baik itu dalam menjuarai Liga Champions, Liga Spanyol serta Liga lainnya, yang nantinya akan membawa Real Madrid semakin berjaya.

Jadwal Padat Hampir Tanpa Jeda Pep Guardiola Jadi Kesal

PEP GUARDIOLA

Guardiola selaku pelatih dari Manchester City ini dikabarkan tengah memendam kekesalan. Pelatih berusia 48 tahun ini tengah mengeluhkan jadwal timnya yang sangat padat. Menjelang penutupan akhir tahun Guardiola dkk, diketahui tengah dihadapkan dengan sejumlah pertandingan.

Tak tanggung-tanggung Manchester City hampir melakoni laga dalam waktu yang bersamaan. Bagaimana tidak seorang Guradiola tak mengeluh dengan jadwal yang sudah diluar kendalinya itu. Hal ini semakin mengganggu dirinya, mana kala tim asuhannya harus menjalani laga,hampir tanpa jeda. Guardiola meyakini jika tim asuhannya bakal menghadapi situasi yang sulit kala menjalani laga nantinya.

Hal ini diungkapkannya, karena pria asal Spanyol ini, tak yakin Man City bakal bermain dalam kondisi yang prima. Kurangnya waktu untuk istirahat pasca pertandingan sebelumnya diyakini bakal mengganggu performa skuadnya. Belum lagi karena jadwal yang padat tersebut, intensitas waktu untuk latihan menjelang laga, dinilai tidaklah cukup.

Sepert diketahui pada 28 Desember 2019 nanti Man City dijadwalkan bakal melakoni laga tandang kemarkas Wolverhampton. Namun yang membuat Guardiola pusing tujuh keliling, lantaran selepas laga tandang itu, mereka akan jalani laga lagi pada 30 Desember 2019. Dengan kata lain Guardiola hanya mendapatkan jatah satu hari saja untuk mempersiapkan timnya.

Atas dasar alasan inilah mengapa Guardiola begitu memendam kekesalan yang teramat pada pihak Liga Inggris. Guardiola menyalahkan pihak penyelenggara Liga Inggris, yang dianggapnya gagal dalam menyiapkan jadwal dengan tepat. Dia juga menambahkan bahwa seharusnya pihak penyelenggara, bisa saja berkoordinasi dengan mereka terlebih dahulu.

Diketahui Manchester City juga bukan satu-satunya klub yang tengah dihadapkan dengan sejumlah jadwal padat. Namun pihak klub sendiri tak dapat berbuat banyak, karena jadwal tersebut sudah ditetapkan, tak dapat dirubah begitu saja.

Real Madrid Sudah Cukup Baik Cuma Kurang Beruntung Saja

GARETH BALE (KIRI) dan KARIM BENZEMA (KANAN)

Real Madrid menuai hasil imbang setelah menjamu Bilbao dimarkas besar mereka. Laga yang mempertemukan kedua tim ini terjadi distadion Santiago Bernabeu. Berlaku sebagai tuan rumah Real Madrid harus gagal menambah perolehan poin mereka dikandang sendiri.

Impian Real Madrid untuk menggeser posisi Barcelona dari puncak klasemen harus kandas. Karena mereka harus jalan ditempat dengan tidak adanya penambahan poin. Real Madrid saat ini menduduki peringkat dua dengan total 37 poin. Jika menang Madrid tentu dapat menduduki posisi teratas, karena Barcelona hanya mengantongi total 39 poin, terpaut 2 poin saja dari mereka.

Laga saat menjamu Bilbao kemarin Madrid sendiri dinilai kurang beruntung. Beberapa spekulasi juga muncul terkait hasil imbang tersebut. Salah satunya adalah pemain Real Madrid yang dinilai kurang maksimal didalam pertandingan mereka. Sebut saja yang nama pemain itu adalah Benzema sebagai striker dan juga Bale.

Kedua pemain ini disebut-sebut tidak tampil dengan performa yang memuaskan kala menjamu Bilbao. Karena banyak pihak yang membandingkan performa pemain Madrid pada laga mereka sebelumnya. Mana kala Benzema yang terkenal dengan serangannya yang tajam bila sudah didepan gawang. Namun hal itu dinilai tak ditunjukkannya kala menjamu Bilbao, dimarkas besar mereka.

Sementara itu ada juga Gareth Bale yang selalu menjadi langganan jika Madrid tuai hasil minor. Bale yang bermain sebagai pemain winger Madrid, ini kerap jadi bahan bullian para fans Madrid. Karena rasa tidak suka akan perilaku negatif yang kerap ditunjukkan oleh Bale. Para supporter Madrid ini membalasnya dengan ejekan apabila Madrid kalah dalam laga mereka.

Disisi lain ada juga beberapa pihak yang kontra terhadap pemain Madrid ini. Menurut mereka tidak adil jika klub mengalami kekalahan dilaga mereka, pemain tak harus disalahkan. Baik kekalahan ataupun kemenangan adalah hal yang biasa, semua klub pasti pernah mengalami kekalahan. Justru dari kekalahan tersebut para pemain akan dapat bermain lebih baik lagi dan mengoreksi kekurangan mereka sendiri.

Real Madrid kala menjamu Athletic Bilbao, tampil dengan sangat baik dengan penguasaan bola mencapai 89 persen. Dengan sedikit melakukan kesalahan selama pertandingan, penampilan Real Madrid sangat baik kala itu. Hanya saja menurut beberapa pihak Madrid hanya kurang beruntung saja, melewatkan beberapa kesempatan untuk mencetak gol.

Man United Gagal Naik Peringkat Usai Takluk Dari Watford

Manchester united

Bertandang kemarkas besar Watford, distadion Vicarage Road, Man United harus takluk dengan skor telak 0-2. Karena kekalahan mereka dari tuan rumah, Man United semakin menjauh dari peringkat lima besar.

Man United harus turun keperingkat 8 dengan hanya dapat mengantongi total 25 poin. Setelah mengalami pergeseran posisi dari jumlah poin yang didapat masing-masing tim yang telah menjalani laga tanding.

Diketahui jika Man United telah menargetkan untuk dapat masuk kedalam peringkat 5 besar. Namun sayang usaha mereka harus kandas usai alami kekalahan telak dan menyakitkan tentunya. Jika saja Man United berhasil menang atas Watford. Bukan tak mungkin mereka bakal mencapai target yang sudah mereka tetapkan sebelumnya. Namun apa mau dikatakan lagi, usaha Man United masih belum cukup untuk menghantarkan mereka mencapai target.

Jika melihat dari jalannya pertandingan secara keseluruhan, Man United tampil dengan sangat dominan dalam laga tersebut. Bahkan level untuk penguasaan bola Man United mencapai 82%, berbeda dengan Watford yang hanya mencapai 67% saja. Man United juga diketahui minim dalam melakukan kesalahan selama pertandingan berlangsung.

Namun sayangnya dewi keberuntungan sepertinya sedang mengabaikan Man United kala itu. Justru keberuntungan lebih berpihak pada Watford dipetengahan babak kedua. Meskipun diawal-awal sempat tertekan, karena Man United sempat mencuri start dahulu. Bahkan sebenarnya Man United kala itu bisa saja membuka peluang emas dari penalti untuk cetak gol. Namun sayangnya tendangan Anthony gagal dieksekusi dengan baik, sehingga masih dapat dimentahkan oleh kiper Watford.

Man United sendiri dinilai membuang begitu banyak peluang emas yang mereka dapatkan, terutama dibabk pertama kala itu. Sehingga babak pertama tersebut harus berakhir imbang untuk dua tim, karena tak ada gol yang tercipta kala itu. Man United harus gagal mencuri poin dibabak pertama, yang berakhir dengan skor 0-0.

Memasuki pertengahan babak kedua, nasib sial harus dihadapi oleh Man United. Mana kala tim tuan rumah berhasil menjebol pertahanan mereka dan mencetak gol pertama mereka kala itu. Watford melalui Ismaila Sarr berhasil merubah papan skor kacamata menjadi 1-0 dimenit ke-50.

Namun keberuntungan Watford semakin menggila saja, hanya berselang beberapa menit. Watford berhasil mencetak gol kedua dimenit ke-54, tak berapa lama setelah gol pertama mereka tercipta kala itu.

Troy Deeney sukses mengeksekusi tendangannya kegawang Man united, yang tak mampu dihalau dengan baik oleh kiper Man United. Alhasil Watford berhasil bungkam Man United dengan skor kemenangan telak mereka yakni 2-0 atas Man United.

Barcelona Di Camp Nou Masih Jadi Klub Yang Paling Ditakuti

BARCELONA FC

Predikat Barcelona sebagai klub yang paling ditakuti oleh klub lainnya sudah tak asing lagi didengar. Setiap kali Barcelona menjamu tim tandang dikandang mereka sendiri, selalu berakhir dengan kemenangan. Tidak heran jika banyak klub yang menyebut Barca di Camp Nou merupakan tim yang sangat menakutkan.

Tentu saja hal ini menjadi rekor tersendiri bagi Barca, sebagai klub yang tak terkalahkan dikandang sendiri. Hal tersebut semakin terbukti, manakala Barcelona menjamu Alaves distadion Camp Nou, Sabtu 21 Desember 2019. Dalam laga tersebut Barcelona berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor telak 4-1 atas Alaves.

Dengan kemenangan telak tersebut Barcelona terus bertahan dipuncak klasemen La Liga dengan total 39 poin. Sementara diposisi kedua ada rival sejatinya yaitu Real Madrid yang mengumpulkan total 36 poin. Barcelona sukses menjauhkan rival mereka yang sebelumnya memiliki jumlah point yang sama. Hanya saja meski memiliki jumlah poin yang sama, posisi puncak masih diduduki oleh Barcelona.

Melihat dari jalannya pertandingan kala itu Barcelona tampil unggul dengan penguasaan bola mencapai 89 persen. Barca juga tampil dengan melakukan sedikit kesalahan, bila dibandingkan Alaves yang sempat mengantongi empat kartu kuning dari wasit. Dalam segi permainan Barcelona memang lebih unggul daripada Alaves saat itu.

Sebagaimana diketahui Barcelona tampil lebih unggul dengan mengoleksi gol perdana lewat Griezmann dimenit ke-14. Antoine Griezmann sukses merubah papan skor kacamata menjadi 1-0 atas keunggulan mereka. Alaves semakin kewalahan dibabak pertama manakala, Barca kembali mencetak gol kedua dimenit-menit akhir. Berkat gol dari Arturo Vidal dimenit ke-45, Barcelona berhasil unggul dibabak pertama dengan skor 2-0.

Memasuki babak kedua semakin sulit bagai Alaves untuk mengejar ketinggalan mereka dari Barca. Usaha mereka pun berbuah manis saat memasuki pertengah babak kedua, dengan mencetak satu gol lewat Pere Pons dimenit ke-56. Namun sayangnya usaha Alaves sendiri masih belum cukup, karena Barcelona kembali unggul dengan dua gol.

Sang mega bintang Lionel Messi berhasil mencetak gol ketiga pada menit ke-69. Kemudian tak berselang lama gol berikutnya sukses dieksekusi dengan baik oleh Luis Suarez dimenit ke-75. Barcelona akhirnya berhasil mengakhiri laga tersebut dengan skor tajam 4-1 atas Alaves. Barcelona sebagai klub yang paling ditakuti dikandangnya, semakin tak terbantahkan.

Real Madrid Jadi Klub Yang Sulit Di Taklukkan Barcelona

ZINEDINE ZIDANE

Sejauh ini dari beberapa kali pertemuan Real Madrid dengan Barcelona, berakhir tanpa kekalahan untuk kedua pihak. Kedua tim ini sama-sama memiliki kemampuan untuk bertahan dengan sangat baik. Sehingga tak mudah bagi kedua klub besar ini untuk mencetak gol satu sama lain.

Diketahui kalau Real Madrid adalah satu-satunya klub yang paling sedikit alami kekalahan dikandang Barcelona. Seperti pada pertandingan El-Clasico terakhir mereka pada 19 Desember 2019 berakhir dengan skor imbang 0-0. Lagi-lagi Real Madrid sukses gagalkan kemenangan Barcelona dikandang mereka sendiri kala itu.

Meskipun Real Madrid tak berhasil mengantongi kemenangan distadion Camp Nou sebagai tim tamu. Paling tidak mereka berhasil menorehkan prestasi positif dikandang Barcelona kala itu. Tercatat disejumlah laga yang telah mereka lakoni saat bersua dimarkas Barcelona. Real Madrid sekalipun tidak pernah alami kekalahan dari sang tuan rumah Barcelona.

Bukan tidak mungkin Real Madrid bakalan menjadi rival abadi bagi Barcelona. Karena sudah terbukti dari sejumlah laga saat melawan Barca, mereka selalu lolos dari kekalahan. Hal ini terjadi paling tidak sudah ada lima kali pertemuan mereka yang berakhir tanpa kekalahan. Kondisi positif Real Madrid ini tentu tak lepas dari tangan dingin seorang Zinedine Zidane.

Zidane yang resmi bergabung dalam skuad Real Madrid sebagai pelatih sejak tahun 2016 yang lalu. Menjadi satu-satunya orang atau tepatnya sebagai pelatih Real Madrid yang cukup membawa perubahan positif untuk klub tersebut. Seperti salah satu contohnya dengan membawa Real Madrid raih dua kali kemenangan dan tiga kali hasil imbang dalam lawatan mereka ke Camp Nou, Barcelona.

Tentu saja hal ini merupakan suatu rekor ataupun pencapaian extraordinary baik untuk Madrid ataupun Zidane sendiri. Pasalnya dari semua klub yang pernah menghadapi Barca dicamp nou, rata-rata terus alami kekalahan.

Bahkan sampai-sampai banyak klub yang menyebut jika Barcelona, Camp Nou adalah tempat yang paling menakutkan. Namun hal tersebut sejauh ini tidak berlaku bagi Zidane dan tim asuhannya, Barcelona tampaknya sudah bertemu lawan sejatinya.

Virgil Van Dijk Dipastikan Tak Ikut Di Final Piala Dunia

Jurgen Klopp and Virgil Van Dijk

Liverpool dikabrkan bakal tak ikut sertakan pemain andalan mereka yakni Virgil Van Dijk. Hal ini terlihat dari beberapa laga mereka sebelumnya tidak terlihat kehadiran Van Dijk. Ketidak hadiran pemain satu ini adalah karena kondisi fisiknya yang sedang tidak bagus. Sehingga tidak memnungkinkan Dijk untuk ikut serta dalam membela skuad Liverpool.

Kabar tersebut ternyata dibenarkan oleh sang pelatih Liverpool yakni Jurgen Klopp. Klopp menyampaikan kalau pemain bek tengahnya tersebut diistirahatkan sementara waktu. Hal ini dilakukannya demi mempercepat proses pemulihan sang pemain. Kehilangan salah satu pemain andalannya dilapangan adalah satu kerugian besar bagi Klopp.

Karena disepanjang laga Liverpool selalu ada Van Dijk yang menjadi salah satu point penting dari skuadnya. Van Dijk merupakan seorang bek tengah yang terampil dalam pengolahan bola dilapangan. Tidak hanya itu saja Dijk juga memiliki kecepatan berlari yang sulit diimbangi oleh beberapa pemain lainnya.

Kehadiran Van Dijk selalu menjadikan pertahanan Liverpool menjadi tak mudah dikoyak lawan. Kekhawatiran seorang Klopp dengan kehilangan pemain seperti Dijk dilapangan membuatnya cukup risau. Karena Dijk antara salah bagian penting dalam skuad Liverpool, tanpanya maka skuad akan terlihat pincang.

Sempat melakoni laga tanpa kehadiran dari Van Dijk, skuad Liverpool memang terlihat seperti makan sayur tanpa garam. Permainan Liverpool terlihat hambar dan biasa-biasa saja dalam melakoni laga mereka tanpa Dijk. Hal ini juga ternyata memang sempat dirasakan oleh Jurgen Klopp, dinilainya Liverpool akan sedikit berbeda dari sebelumnya.

Kekhawatiran Klopp cukup terbayarkan dimana dalam babak semifnal Piala Dunia Klub 2019. Tim asuhannya dini hari tadi telah berhasil lolos kebabak final Piala Dunia klub 2019. Meskipun permainan Liverpool saat melawan Monterrey sempat tersendat.

Namun mereka masih mampu lebih unggul dan memenangkan game tersebut dengan skor tipis 2-1 atas Monterrey. Sekarang setelah berhasil lolos final Piala Dunia akan menjadi pekerjaan rumah, karena mereka nantinya bakal melawan Flamengo.